Nah dari sini saja sudah terlihat ya manfaat dari organisasi bagi mahasiswa, yaitu melatih diri untuk bertanggung jawab. Dan masih banyak manfaat lainnya, seperti berikut ini: 1. Meningkatkan Pengetahuan dan Wawasan. Seperti yang telah disebutkan salah satu peran mahasiswa adalah sebagai agen perubahan.
Tidakbisa dipungkiri bahwa berorganisasi adalah instrumen penting bagi pengembangan diri dalam rangka menciptakan diri yang berkualitas, memiliki nilai jual di masyarakat dan sebagai ajang kompetitif belajar menjadi pemimpin di masa depan.
Aq63. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang berada dalam suatu wadah yang sama dan saling bekerja sama secara struktural dengan maksud untuk mencapai tujuan bersama. Adanya suatu tujuan yang sama, menjadikan orang-orang tersebut berkumpul dengan maksud umtuk saling berinteraksi dan bekerja mengenai organisasi, pasti erat kaitannya dengan yang namanya pelajar. Saat ini, di sekolah ataupun di perguruan tinggi, kegiatan belajar dan menuntut ilmu di kelas bukanlah lagi satu-satunya kegiatan yang dapat dilakukan. Sudah banyak sekolah ataupun perguruan tinggi yang memfasilitasi berbagai macam organisasi bagi para pelajarnya. Dengan adanya berbagai organisasi sebagai wadah, pelajar dapat menyalurkan bakat dan minat serta kreativitas mereka sesuai dengan bidangnya masing-masing. Organisasi bisa menjadi tempat untuk mencari ilmu dan wawasan serta pengalaman yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas. Dalam menjalani kehidupan berorganisasi, pasti tidak akan luput dengan yang namanya masalah yang akan dihadapi di dalamnya. Masalah-masalah tersebut bisa bersifat eksternal yaitu masalah yang terkait dengan organisasi itu sendiri, ataupun masalah yang bersifat internal yang berasal dari dalam diri masing-masing anggota organisasi. Adapun salah satu masalah organisasi yang bersifat eksternal yang paling umum dan wajar adalah adanya perbedaan pendapat, tujuan, ataupun kepentingan. Hal tersebut merupakan hal yang sangat wajar dalam kehidupan berorganisasi. Namun hal itu akan menjadi genting jika perbedaan-perbedaan tersebut menghasilkan suatu perseteruan ataupun perselisihan di dalam organisasi. Hal itu pastinya akan menghasilkan kubu-kubu yang saling bertentangan, dimana hal itu sudah tidak sesuai dan sudah pasti melenceng jauh dari apa yang menjadi definisi dan tujuan dari sebuah sinilah peran penengah dari seorang pemimpin sangat dibutuhkan. Menjadi seorang pemimpin bukanlah sebuah tanggung jawab yang mudah. Menjadi seorang pemimpin, berarti harus benar-benar pintar dalam memosisikan diri ataupun dalam memaknai segala problematika yang nantinya akan dihadapi dalam mengenai pemimpin, salah satu masalah yang juga sering muncul dari organisasi adalah pemimpinnya. Sifat otoriter dari seorang pemimpin bukanlah lagi hal yang asing didengar oleh para anggota organisasi. Sifat pemimpin yang seperti itu hanya akan menjadi bumerang untuk organisasi itu sendiri. Selain itu, terkadang juga ada pemimpin yang terlalu berambisi ingin menyelesaikan program kerja tanpa melihat situasi ataupun keadaan dari para anggotanya. Berambisi untuk menyelesaikan setiap tanggung jawab itu bukanlah hal yang salah, yang salah adalah ketika terlalu memaksakan keadaan seperti apa yang diinginkannya. Hal itu pastinya akan merugikan anggota-anggota yang ada dalam organisasi yang sudah dikatakan tadi, pemimpin yang baik ialah pemimpin yang mampu mengayomi setiap anggotanya dengan baik serta peka terhadap sekitarnya. Segala hal yang menyangkut organisasi tersebut adalah tanggung jawabnya, jadi sebisa mungkin pemimpin harus memberikan keputusan atau penyelesaian terbaik untuk setiap masalah yang ada dalam organisasi berikutnya adalah senioritas yang tidak pada tempatnya. Sudah menjadi kewajiban bagi para adik tingkat ataupun junior untuk menjaga etika dan sopan santun serta menghormati kakak kelasnya. Begitupun kewajiban sebagai kakak kelas, yang dimana harus bisa menjadi contoh baik untuk para adik tingkatnya. Namun hal ini sama sekali tidak tercerminkan jika mengingat salah satu pengalaman organisasi di bangku SMA. 1 2 3 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Oleh Aviana Handoko* - Saat ini, kita hidup dalam lingkungan di mana ide dan inovasi baru sangat diperlukan untuk memungkinkan organisasi memiliki daya saing dengan kompetitornya. Dalam hal ini, pengetahuan dan kreativitas yang dibawa oleh setiap individu ke dalam organisasi memiliki peran penting dalam menambah nilai-nilai organisasi, sehingga organisasi dapat menjadi lebih kompetitif dalam dunia tambah ini dapat bermanfaat terhadap organisasi di mana tenaga kerja merupakan sumber inovasi terbesar yang berkontribusi dalam pembentukan strategi bisnis baru, memikirkan cara untuk meningkatkan dan membuat operasi sehari-hari menjadi lebih efisien, atau bahkan berpartisipasi dalam pemecahan masalah yang sedang dialami oleh organisasi. Selain itu, tenaga kerja yang aktif terlibat dalam organisasi juga merupakan garis pertahanan terbaik yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Individu-individu seperti ini dapat memberikan peringatan dini terhadap adanya kemungkinan ancaman di pasar dan bertindak sebagai penjaga di lapangan yang dapat menyoroti masalah yang mungkin tidak terlihat atau tidak disadari oleh manajemen. Namun pada kenyataannya, saat ini banyak organisasi bertindak sebagai wadah yang tidak mengizinkan tenaga kerjanya untuk berbagi dan menuangkan ide-ide atau masukan baru dengan leluasa. Hal ini terlihat dari adanya kritikan yang dilayangkan dalam organisasi saat tenaga kerja menawarkan ide yang buruk, adanya bentakan jika tenaga kerja tidak menyetujui keputusan atasan, adanya rasa direndahkan atau dipermalukan jika tenaga kerja meminta bantuan atau mengakui kesalahan, dan masih banyak lainnya. Semua itu menyebabkan adanya rasa ketakutan dalam diri tenaga kerja yang mengarah pada terhambatnya komunikasi antar anggota tim dan kebiasaan untuk bekerja secara pasif. Keadaan organisasi yang seperti ini pastinya berbahaya jika dibiarkan begitu saja dan akan mengarah kepada penurunan produktivitas kerja. Baca juga Rendah Hati, Kunci Sukses Menghadapi Perubahan Lalu, bagaimana cara bagi sebuah organisasi agar dapat menjadi wadah yang memberikan kesempatan kepada tenaga kerja untuk dapat terus berinovasi? Di sinilah konsep keamanan psikologis atau psychological safety perlu untuk diterapkan. Menurut Dr. Amy Edmonson dalam bukunya yang berjudul The Fearless Organizations Creating Psychological Safety in the Workplace for Learning, Innovation, and Growth, keamanan psikologis merupakan keadaan di mana seseorang merasa aman untuk menyuarakan opini, memperlihatkan perasaan, dan mengakui kesalahan tanpa rasa takut akan dipermalukan atau dilukai. Secara singkat, keamanan psikologis adalah situasi ketika individu tidak takut dalam hal mengambil risiko interpersonal. Keamanan psikologis dapat diterapkan jika organisasi selalu mendorong dan menghargai ide-ide atau debat konstruktif yang dilakukan oleh tenaga kerjanya. Dari dukungan ini, tenaga kerja akan bertumbuh tanpa rasa takut dan merasa berkewajiban untuk berbicara, berbagi pengetahuan atau ide, serta menawarkan umpan balik yang membangun. Keberanian ini akan mempercepat proses pembelajaran dan penyebaran pengetahuan di antara tenaga kerja atau anggota tim, yang pastinya akan membawa banyak dampak positif terhadap organisasi. Jadi, apa saja manfaat dari memiliki keamanan psikologis di dalam berorganisasi? Keamanan psikologis dapat meningkatkan keunggulan tim dan organisasi. Organisasi yang memiliki keamanan psikologis pastinya memiliki tenaga kerja yang terbuka. Terbuka di sini berarti dalam bekerja di dalam tim, tenaga kerja berkeinginan untuk saling bertukar pendapat, mau menerima masukan dari orang lain, dan berani untuk mengakui kesalahan atau kegagalan yang diperbuatnya. Dengan adanya rasa saling menghargai, maka kolaborasi yang baik di dalam organisasi akan tercipta dan inovasi-inovasi cemerlang pun akan timbul sebagai itu, kesediaan untuk mengakui kesalahan atau kegagalan yang dialami akan mendorong tenaga kerja untuk lebih cepat belajar dari kesalahan atau kegagalan tersebut. Mengomunikasikan kesalahan atau kegagalan akan membuat organisasi terlihat lebih rentan dibandingkan dengan organisasi yang hanya membicarakan tentang kesuksesannya. Namun, dengan mencari tahu tentang penyebab dari kesalahan atau kegagalan, maka tenaga kerja akan terus berusaha untuk memperbaiki diri dan dapat bekerja dengan lebih produktif kedepannya. Baca juga 4 Ciri Orang Rendah Hati Keamanan psikologis dapat menghindari organisasi dari kegagalan yang tidak bisa dihindari Dengan adanya keamanan psikologis, tenaga kerja akan terdorong untuk selalu mengevaluasi pekerjaan yang dilakukannya dan menjadi aktif dalam hal berbagi data dan melaporkan apa yang sebenarnya terjadi di pasar. Hal ini akan membuat organisasi menjadi paham tentang ancaman apa yang sedang atau akan dihadapi oleh organisasi serta membuat organisasi menjadi lebih siap dalam mengatasi setiap permasalahan yang muncul. Organisasi seperti ini dapat dikatakan memegang kontrol penuh terhadap apa yang terjadi di dalam organisasinya dan akan cenderung lebih terhindar dari kegagalan-kegagalan yang tidak bisa diselesaikan. Keamanan psikologis akan meningkatkan retensi tenaga kerja dan menurunkan potensi untuk pindah pekerjaan Rasa aman dalam bekerja atau berorganisasi akan menghasilkan tim yang lebih bahagia karena setiap tenaga kerja akan merasa dipedulikan secara tulus oleh rekan kerja dan juga atasannya. Selain itu, mereka juga akan memiliki tingkat keterlibatan yang lebih tinggi karena merasa semua yang dikerjakannya dihargai. Hal ini akan membuat tenaga kerja lebih cenderung bertahan dalam pekerjaan mereka daripada mencari peluang baru. Ini juga berarti tingkat pemutusan hubungan kerja akan menurun dan organisasi tidak perlu terus menerus mencari tenaga kerja pengganti yang dapat menghambat kemajuan organisasinya. Dari bahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa menciptakan keamanan psikologis sangatlah penting untuk organisasi agar dapat mencapai kesuksesan yang diinginkan. Namun, perlu diingat bahwa kesuksesan membutuhkan pembelajaran terus menerus, di mana untuk bisa terus menerus belajar, organisasi harus menyediakan wadah yang memungkinkan tenaga kerjanya untuk bisa dengan tidak ragu berbagi ide, umpan balik, dan menunjukkan ketidaksepakatannya. Berhubungan dengan topik diatas, Growth Center Powered by Kompas Gramedia saat ini sedang mengadakan riset mengenai Psychological Safety. Hasil dari riset ini diharapkan dapat menjadi salah satu landasan untuk mengembangkan sumber daya manusia di Kompas Gramedia dan Indonesia. Baca juga Meningkatkan Kegigihan dengan Growth Mindset Oleh karena itu, jika Anda ingin mengetahui dimana posisi Anda saat ini dalam hal memiliki atau menciptakan Psychological Safety di tempat Anda berorganisasi, dengan kerendahan hati, kami memohon partisipasi Anda dalam penelitian ini dengan cara mengisi kuesioner berikut ini. Jika Anda adalah seorang pemimpin di organisasi Anda, mohon isi kuesioner dengan menekan tombol berikut Jika Anda adalah seorang anggota tim di organisasi Anda, mohon isi kuesioner dengan menekan tombol berikut *Aviana Handoko - Assessment Analyst Growth Center Growth Center, HR Business Accelerator - membantu individu menemukan dan mengembangkan potensi diri, agar menjadi versi terbaik diri mereka Powered by Kompas Gramedia. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
source Quipperian, kamu harus tahu nih ternyata dalam menjadi mahasiswa kita tidak hanya bertanggung jawab atas diri kita sendiri lho, tapi juga kepada masyarakat. Yup, dalam masyarakat, mahasiswa memiliki beberapa peran tertentu. Di antaranya sebagai agen perubahan, penerus bangsa, penjaga moral, serta pengontrol sosial. Bergabung dalam organisasi mahasiswa dapat meningkatkan keterampilan kepemimpinan, kemampuan bersosial dan mempelajari keahlian khusus sesuai dengan tujuan organisasi. Hal tersebut berkaitan dengan pentingnya berorganisasi bagi mahasiswa, sebab organisasi dapat membantu mahasiswa untuk mencapai peran yang diharapkan oleh masyarakat. Lantas, apa saja sih manfaat organisasi bagi mahasiswa? Yuk, simak penjelasan berikut! Manfaat Organisasi Bagi Mahasiswa Setiap organisasi pasti memiliki visi dan misinya masing-masing. Visi dan misi tersebut berguna untuk menjaga agar organisasi tetap selaras dalam mencapai suatu tujuan bersama. Dengan kata lain, setiap organisasi bertanggung jawab terhadap tujuan yang ingin mereka capai. Nah, dari sini saja sudah terlihat ya manfaat dari organisasi bagi mahasiswa, yaitu melatih diri untuk bertanggung jawab. Dan masih banyak manfaat lainnya, seperti berikut ini 1. Meningkatkan Pengetahuan dan Wawasan Seperti yang telah disebutkan salah satu peran mahasiswa adalah sebagai agen perubahan. Maka, mahasiswa diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan ke arah yang lebih baik. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mencapai hal tersebut adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Nah, ketika kamu mengikuti organisasi kamu akan belajar mengenai banyak hal, seperti membuat proposal, mengatur anggaran, mencari sponsor atau donatur, dan masih banyak lagi. Pengetahuan tersebut tentu akan berguna dalam membantu kamu menjadi agen perubahan. Contohnya, kamu ingin membuat kampanye anti plastik, pastinya dalam melaksanakan kampanye tersebut kamu membutuhkan dana. Dengan memiliki kemampuan mencari sponsor atau donatur yang kamu pelajari saat berorganisasi, hal itu dapat membantu kamu untuk memperoleh dana. 2. Meningkatkan Kemampuan Sosial Jika kamu mengikuti suatu organisasi, kemampuan sosialmu pun akan meningkat. Mengapa? Sebab kegiatan organisasi tidak hanya dilakukan di dalam kampus saja. Melainkan kamu akan bertemu dengan masyarakat luar dalam berbagai kegiatan, seperti acara bakti sosial, penanggulangan bencana, pelatihan masyarakat dan masih banyak lagi. Salah satu organisasi yang kerap melakukan kegiatan sosial adalah BEM Badan Eksekutif Mahasiswa. Di dalam BEM, biasanya terdapat Departemen Sosial Masyarakat yang bertugas untuk mengkoordinasi kegiatan pengabdian masyarakat. 3. Memperluas Relasi Dengan berorganisasi, otomatis relasi pertemananmu juga akan meluas. Yup, dalam sebuah organisasi pastinya masing-masing anggota memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Bukan tidak mungkin jika kamu berkuliah di jurusan Sastra Inggris, namun dapat berteman dengan seseorang dari jurusan Teknik Industri. Kemudian, relasi tersebut bukan hanya berguna dalam pertemanan saja, melainkan kamu juga dapat saling berbagi informasi dan pandangan dengan anggota-anggota lain, sehingga turut meningkatkan wawasanmu. Oh ya, kamu tidak hanya dapat membangun relasi dengan teman satu universitas saja lho, melainkan jika aktif berorganisasi kamu juga akan bertemu dengan organisasi dari kampus-kampus lainnya dan bahkan dapat terhubung dengan para politisi serta pejabat. Wah, seru banget ya! 4. Ajang Melatih Diri dalam Dunia Kerja Seperti yang sudah sempat disinggung, bahwa dengan berorganisasi kita belajar untuk lebih bertanggung jawab. Selain bertanggung jawab terhadap tujuan yang ingin dicapai, tanggung jawab yang paling utama adalah komitmen diri kamu terhadap organisasi tersebut. Jangan terburu-buru ingin keluar jika merasa tidak cocok dengan organisasi yang kamu ikuti. Sama seperti di dunia kerja, kamu harus bertanggung jawab atas komitmen yang pernah kamu berikan. Kamu tidak bisa tiba-tiba keluar begitu saja ketika mengalami sedikit ketidakcocokan. Selain itu, di dalam dunia kerja kamu juga akan bertemu dengan karakteristik orang yang berbeda-beda. Untuk itu, penting bagi kamu untuk mengikuti organisasi, sebab di dalam organisasi pun kamu akan bertemu dengan mahasiswa dari latar belakang yang berbeda-beda. 5. Belajar Manajemen Waktu Ketika mengikuti organisasi, bukan berarti tanggung jawabmu hanya dicurahkan kepada organisasi tersebut. Yup, kamu juga tidak boleh melalaikan kewajibanmu sebagai seorang mahasiswa, artinya jangan biarkan kegiatan perkuliahanmu terganggu. Oleh karena itu, kamu dapat sedikit demi sedikit belajar mengatur waktu dengan mengikuti organisasi. Tips Mengikuti Organisasi Quipperian, jika tadi sudah dijelaskan mengenai pentingnya berorganisasi bagi mahasiswa, kali ini Quipper Blog akan membahas mengenai tips dalam mengikuti suatu organisasi kampus. 1. Kerjakan Tugas Kuliah Secepatnya Tadi sudah sempat disinggung ya, bahwa ketika mengikuti organisasi kamu tidak boleh melalaikan kewajiban kuliah. Nah, tidak dapat dipungkiri bahwa seorang mahasiswa pasti memiliki tugas yang beragam, oleh karena itu tips pertama adalah kamu dapat mengerjakan tugas di waktu awal saat tugas diberikan. Hal ini dapat membantu kamu untuk lebih fokus dalam mengerjakan tugas dan berorganisasi, jangan sampai multitasking ya, hindari mengerjakan tugas sembari mengikuti rapat organisasi. 2. Berbaur dengan Semua Anggota Untuk dapat merasakan manfaat berorganisasi, kamu diharapkan dapat mengakrabkan diri dengan semua anggota agar kamu merasa nyaman dalam mengikuti organisasi tersebut. Apalagi, nanti kamu akan bekerja sama dengan anggota lainnya dalam melaksanakan sebuah program kerja. Kamu dapat mengakrabkan diri dengan cara rajin datang ke sekretariat organisasi yang kamu ikuti. 3. Tetap Konsisten Dalam berorganisasi konsisten sangat dibutuhkan, mengingat tanggung jawab kita tidak hanya untuk organisasi tersebut saja. Hal ini biasanya menyebabkan kita mudah merasa lelah, malas, dan tidak bersemangat, namun untuk menyiasatinya kamu harus pintar-pintar mengatur jadwal kegiatan. Kamu juga bisa memikirkan motivasi awal serta manfaat yang akan kamu dapat dari organisasi tersebut ketika timbul rasa malas dalam dirimu. Yuk, belajar konsisten dalam berorganisasi! 4. Ambil Pelajaran Sebanyak-banyaknya di Tahun Pertama Di tahun pertama tentunya kamu akan menerima banyak ilmu dari kakak-kakak tingkat di dalam organisasi yang kamu ikuti. Oleh karena itu, belajarlah sebanyak-banyaknya sebab di tahun selanjutnya kamu juga akan menjadi pengurus. Jangan malu untuk bertanya kepada sesama anggota baik yang satu angkatan denganmu, maupun kakak tingkat. Nah, itu dia beberapa tips yang bisa kamu lakukan ketika mengikuti organisasi. Jika kamu dapat memanfaatkan kegiatan berorganisasi dengan baik, tentu kamu akan merasakan manfaat yang luar biasa, baik untuk dirimu sendiri maupun orang lain. Penulis Amelia IstighfarahEditor Hakim