Tandakurung siku berfungsi untuk mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
ob6zx. 1. Bahasa Surat Surat merupakan alat komunikasi yang penting. Pesan yang disampaikan dalam surat adalah bahasa tulisan yang dipergunakan dalam surat-menyurat, berisi buah pikiran penulis surat dan dikirimkan kepada penerima untuk mendapat tanggapan positif. 2. Syarat Bahasa Surat Yang Baik Pada hakikatnya, menyusun surat sama dengan menyusun sebuah karangan. Oleh sebab itu, ketentuan-ketentuan dalam menyusun surat sama dengan ketentuan-ketentuan dalam mengarang. Ketentuan-ketentuan itu meliputi penggunaan kalimat efektif, pemenggalan kata, pilihan kata, tanda baca, dan penggunaan ejaan yang tepat. Hal-hal yang berhubungan dengan tata cara penyesuaian surat itu harus diperhatikan benar-benar karena surat akan dibaca berulang- ulang atau diingat selama masih tertulis. Dengan demikian, hindari kata yang kurang tepat, terutama yang dapat menyinggung perasaan orang lain. Di bawah ini akan dijelaskan hal-hal yang harus diperhatikan untuk menyusun surat yang baik. a Alinea dan Kalimat Alinea adalah himpunan kalimat yang mengemukakan suatu kesatuan pikiran untuk membentuk sebuah gagasan yang jelas. Dalam satu alinea, hanya ada satu pokok pikiran dan tidak boleh lebih. Alinea yang sempurna terbentuk dari himpunan kalimat dan harus berkaitan dengan tema yang disampaikan. Namun demikian, ada juga alinea yang hanya terdiri dari satu kalimat. Misalnya, dalam alinea penutup hanya dituliskan, "Atas perhatian, Saudara kami ucapkan terima kasih". Alinea penutup ini terbentuk atas satu kalimat dan tidak perlu penjelasan. Kalimat adalah penyampaian makna tertulis. Dalam menyusun kalimat surat, hindari kesalahan penafsiran atau keraguan pada pihak pembaca. Untuk menghindari kesalahan tersebut gunakanlah kalimat yang singkat namun jelas. Idenya dapat mewakili pikiran kita dan dapat diterima oleh pembaca dengan baik. Dengan kata lain, kalimat yang pendek/singkat lebih efektif digunakan daripada kalimat yang panjang. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penggunaan kalimat adalah kalimat yang satu dengan yang lainnya harus berhubungan/berkaitan dalam membentuk suatu gagasan tertentu. Alinea terdiri dari satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Kalimat penjelas ini berfungsi untuk mengembangkan alinea tersebut. b Ejaan dan Tanda Baca Pungtuasi Ketentuan mengenai penggunaan ejaan harus diperhatikan. Penggunaan ejaan yang benar sangat membantu dalam menafsirkan kalimat surat. Terlebih lagi, apabila kalimatnya panjang. Ketentuan mengenai ejaan tidak boleh menyimpang dari kaidah yang berlaku, yaitu harus sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam hal ejaan adalah 1 Penulisan huruf besar Hal yang harus diperhatikan pada penulisan huruf besar dalam penulisan surat terutama untuk penulisan nama orang, nama jalan, kata ganti orang, nama lembaga, nama organisasi. Contoh a Dra. Lilis Suswani b Jl. Mangga No. 123 Jakarta Timur c Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih d Dewan Perwakilan Rakyat e PT Anugrah Jaya f CV Jaya Perkasa 2 Penulisan kata turunan Penulisan kata turunan adalah kata dasar yang diberikan pada imbuhan, sisipan, akhiran, dan gabungan imbuhan. Contoh, kata beri tahu jika diberikan akhiran "kan" menjadi beri tahukan, misalnya pada kalimat Dengan ini kami beri tahukan bahwa kata beri tahu jika mendapat gabungan imbuhan ditulis serangkai menjadi satu kata, yaitu memberitahukan, diberitahukan. 3. Penulisan kata ulang Penulisan gabungan kata ditandai dengan tanda hubung - terhadap unsur kata yang diulang, tidak boleh menggunakan angka-angka. Tujuan penulisan kata ulang adalah menyatakan penjamakan satu kata dengan cara diulang bukan dengan menambahkan kata bilangan tidak tentu, seperti semua, segala, para, seluruh, beberapa, dan sebagainya. Contoh barang diulang menjadi barang-barang bukan semua barang, semua barang-barang 4. Penulisan gabungan kata Penulisan gabungan kata biasanya disatukan bila berupa kata majemuk dan ungkapan yang sudah dianggap senyawa, Contoh 5. Penulisan kata ganti Penulisan kata ganti orang yang digunakan sebagai sapaan ditulis dengan huruf besar. Contoh a Atas perhatian Saudara. saya ucapkan terima kasih. b .......bahwa perusahaan Bapak membutuhkan tenaga administrasi. c Kehadiran Bapak /Ibu/Saudara/i sangat kami harapkan. 6. Penulisan kata depan Penulisan kata depan selalu terpisah dengan kata yang mengikutinya. Namun untuk penulisan kata depan di dan ke terdapat ketentuan tersendiri, karena kata depan didan ke selain berfungsi sebagai kata dengan juga berfungsi sebagai awalan. Penulisan di dan ke sebagai kata depan ditulis terpisah dari kata yang mengikuti, sedangkan di dan ke sebagai awalan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya 7. Penulisan unsur serapan Contoh penulisan unsur serapan 8. Penggunaan tanda baca Tanda baca harus digunakan secara tepat sebab jika tidak tepat dapat menimbulkan arti yang lain. 3. Tanda-Tanda Koreksi Tanda-tanda koreksi digunakan untuk memperbaiki kesalahan dari pekerjaan surat. Bentuk tanda koreksi bermacam-macam disesuaikan dengan kebutuhan. Bentuk-bentuk tanda koreksi dan kegunaannya Namun demikian sebelum mengadakan penyelidikan penjual hams sudah dapat menentukan apakah claim yang diajukan itu mempunyai alasan ^uaE^atau. claim itu mempunyai alasan yang kuat hendaklah diadakan penyelidikan] yang teliti sampai kesalahan atau kelalaian itu dapat ditemukan.
Back323Size KiBEkstensi File jpgPanjang 296 pxTinggi 480 pxDetail Tanda Tanda Koreksi Dalam Surat Koleksi No. 9. Silahkan zoom untuk melihat ukuran gambar yang lebih besar dengan mengeklik ke arah gambar. File gambar ini memiliki lisensi tergantung dari penguploadnya berikanlah atribut kepada si pengupload gambar atau ke website ini untuk Tanda Tanda Koreksi Dalam Surat Koleksi No. 9 Download Gambar
Universitas Negeri Yogyakarta d. Untuk memudahkan mencari surat itu kembali bila sewaktu-waktu diperlukan. Dari rangkaian nomor surat, dapat diketahui jenis dan klasifikasi surat tanpa perlu membaca isinya karena setiap nomor surat dicantumkan pula kode tertentu, misalnya PH penawaran harga, SK surat keputusan, dan lain-lain. Rangkaian nomor surat tersebut dapat kita lihat pada gambar di bawah ini. Contoh Nomor 250PH22013 Tahun pembuatan surat Bulan pembuatan surat Kode Intern Nomor unit, surat keluar ke 250 3. Tanggal Surat Cara pembuatan tanggal surat tidak perlu didahului dengan nama kotatempat karena telah tercantum pada kepala surat. Kecuali, bila menulis surat pada kertas polos yang tidak ada kepala suratnya, harus dicantumkan nama kota di mana surat itu dibuat. Penulisan tanggal harus lengkap, tidak boleh disingkat, misalnya 2 Maret 1994 atau Jakarta, 2 Maret 1994. Di belakang tahun tidak perlu diberi tanda titik .. Contoh penulisan tanggal yang benar dan yang tidak benar. No. Yang benar No. Yang tidak benar 1 Bandung, 17 Agustus 2015 1 Bandung, 17 Agust 2015 2 Bandung, 17 Agustus 2015 2 Bandung, 17-8-2015 3 Bandung, 17 Agustus 2015 3 Bdg., 17 Agus 2015 4 17 Agustus 2015 4 Bandung 118-2015 4. Lampiran Lampiran adalah sesuatu yang melengkapi sebuah surat. Kelengkapan itu umumnya berupa kuitansi, brosur atau foto kopi a. Kata lampiran untuk surat-surat niaga biasanya terletak di sebelah kiri bawah dengan mencantumkan semua jenis yang dilampirkan. Universitas Negeri Yogyakarta b. Untuk surat resmi atau surat dinas pernerintah di sebelah kiri atas di bawah kata Nomor, biasanya tidak menyebutkan jenis satu persatu. Misalnya, cukup menuliskan kata Lampiran 5 berkas atau 2 berkas. Contoh a. Lampiran 5 bendel b. Lampiran 10 lembar c. Lampiran 1 helai 5. Perihal Perihal berfungsi untuk memberikan petunjuk kepada pembaca tentang masalah pokok surat. Pada surat resmi atau dinas pemerintah, penulisan kata perihal dicantumkan di bawah kata lampiran. Misalnya Nomor 18KX-D94 Lampiran 1 berkas Perihal Pengangkatan pegawai negeri Untuk surat-surat niaga, ada tiga cara menuliskan kata perihal, yaitu a. sebelum menulis alamat, b. setelah menulis alamat, c. setelah menulis salam pembuka, 6. Alamat Surat Alamat surat ada dua macam. Pertama, alamat luar, yaitu alamat yang ditulis pada sampul surat. Kedua, alamat dalam, yaitu alamat yang ditulis pada kertas surat. Dalam penulisan alamat, banyak terjadi kelemahan-kelemahan yang tidak disadari oleh si penulis. Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut. a. Dalam menuliskan alamat tujuan, kata kepada dan sejenisnya tidak wajib ditulis, asalkan alamat tujuan ditempatkan pada posisi yang tepat. b. Ungkapan yang terhormat Yth. tidak selalu dipakai. Ungkapan Yth. dipakai sebagai berikut; a. Jika menulis nama seseorang yang dihormati, seorang bawahan menulis surat kepada atasannya atau sebuah perusahaan mengirim surat kepada relasinya. b. Jika menulis nama orang yang diikuti jabatan organisasi atau unit organisasi. Contoh 1 Yth. Direktur Yayasan Sekar Melati 2 Yth. Kabag. Personalia CV ABADI Universitas Negeri Yogyakarta 3 Yth. Ketua Karang Taruna RT 009 RW 04 Kelurahan Rambutan 4 Yth. Sekretaris Personalia PT SEJUK NIAN Akan tetapi, jika menulis untuk organisasi, ungkapan Yth. tidak dipakai. Contoh; PT SUBUR SELAL Jalan Pemuda 11 Lampung 12110 Kegunaan alamat dalam a. alat petunjuk langsung bagi si penerima b. petunjuk bagi petugas kearsipan c. alamat luar bila digunakan sampul berjendela Dinas pos meminta agar penulisan alamat harus jelas, lengkap, rapi, dan harus disesuaikan dengan halaman sampul surat, Kode pos hanya ditulis pada alamat luar. Beberapa contoh cara penulisan alamat tujuan pada sampul surat. a. Alamat yang ditujukan pada perorangan. Kepada Yth. Sdr. Noviardi Jalan Alaydrus 2000 Jakarta b. Alamat yang ditujukan kepada nama jabatannya. Kepada Yth. Direktur PT TEGAR Jalan Pondok Cede Raya 500 JAKARTA TIMUR c. Alamat yang ditujukan kepada pejabat pemerintah dari perusahaan swasta. Kepada Yth. Kepala Kantor Dept. Tenaga Kerja Jakarta Pusat Jalan Prapatan 52 . JAKARTA PUSAT d. Penulisan alamat dari pejabat pemerintah kepada direktorat perusahaan swasta tidak perlu menggunakan apapun. Kepada Yth. Direktur Utama PT BUNGA RAMPAI Jalan Raya Bogor 27 JAKARTA TIMUR